Dunia KerjaInterview KerjaLoker

Cara Cepat Diterima Kerja Tanpa Ordal di Perusahaan Impian

carikerja

Banyak orang mencari cara cepat diterima kerja tanpa ordal di perusahaan impian mereka. Ordal, atau orang dalam, sering dianggap jalan pintas untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal, tanpa koneksi pun, peluang diterima tetap besar jika Anda tahu strategi yang tepat. Artikel ini membahas langkah praktis yang bisa Anda terapkan agar cepat diterima kerja di perusahaan yang Anda inginkan—tanpa bantuan orang dalam.


1. Tentukan Target Perusahaan dan Posisi yang Tepat

Langkah pertama dalam cara cepat diterima kerja tanpa ordal adalah menentukan target yang jelas. Hindari melamar secara acak ke banyak perusahaan sekaligus. Fokus pada:

  • Perusahaan yang sesuai minat dan nilai Anda.

  • Posisi yang relevan dengan keahlian dan pengalaman.

  • Budaya kerja yang cocok.

Dengan target yang jelas, Anda bisa mempersiapkan lamaran yang lebih terarah.


2. Buat CV dan Portofolio yang Menjual

HRD hanya membutuhkan waktu sekitar 6–10 detik untuk memindai CV. Pastikan:

  • Desain rapi dan mudah dibaca.

  • Menonjolkan pencapaian (achievement-based).

  • Gunakan angka dan data konkret.
    Contoh: “Berhasil meningkatkan penjualan 25% dalam 3 bulan.”

  • Sertakan portofolio relevan (bisa PDF atau link).

📌 Baca juga: Tips Membuat CV Menarik untuk Fresh Graduate (internal link ke artikel lain di websitemu)


3. Optimalkan Profil LinkedIn dan Jejak Digital

Perusahaan sering memeriksa profil LinkedIn sebelum memanggil kandidat. Optimasi yang bisa dilakukan:

  • Gunakan foto profesional.

  • Buat headline yang jelas dan spesifik.

  • Tulis ringkasan singkat berisi keahlian inti.

  • Minta rekomendasi dari rekan kerja atau dosen.

Selain LinkedIn, pastikan jejak digital di media sosial mendukung citra profesional Anda.


4. Latihan Interview dengan Metode STAR

Salah satu kunci cara cepat diterima kerja tanpa ordal adalah tampil meyakinkan saat interview. Gunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menjawab pertanyaan berbasis pengalaman.

Contoh:

  • S: Saat mengelola proyek X, tim kekurangan tenaga.

  • T: Tugas saya memastikan proyek selesai tepat waktu.

  • A: Membagi tugas strategis dan mengajukan tools baru.

  • R: Proyek selesai 2 minggu lebih cepat.


5. Bangun Personal Branding di Media Sosial

Personal branding yang kuat bisa membuat Anda diingat oleh HR. Caranya:

  • Posting insight atau tips di bidang Anda.

  • Bagikan karya atau proyek yang pernah dikerjakan.

  • Aktif berinteraksi di komunitas profesional.

Branding yang konsisten menunjukkan Anda adalah kandidat yang kompeten dan berdedikasi.


6. Manfaatkan Job Portal dan Career Fair

Selain melamar langsung di website perusahaan:

  • Gunakan job portal seperti JobStreet, LinkedIn Jobs, Glints.

  • Ikuti career fair kampus atau publik.

  • Daftar di talent pool perusahaan besar.

💡 Tips: Aktifkan notifikasi lowongan agar bisa melamar lebih cepat dari kandidat lain.


7. Follow Up Lamaran dengan Sopan

Jika 7–10 hari belum ada kabar, kirim email follow up singkat. Contoh:

Halo [Nama HR], saya [Nama Anda] yang melamar posisi [Posisi] pada [Tanggal]. Saya ingin menanyakan update proses rekrutmen. Terima kasih.

Follow up menunjukkan antusiasme, asalkan dilakukan sopan dan di waktu yang tepat.


Contoh Kisah Nyata

Banyak orang sukses mendapatkan pekerjaan tanpa ordal. Misalnya, Andi, seorang fresh graduate, melamar ke 10 perusahaan dengan strategi ini. Ia mempersiapkan CV singkat tapi kuat, aktif di LinkedIn, dan berlatih interview. Hasilnya, ia diterima di perusahaan teknologi besar dalam waktu 1 bulan.


Kesimpulan

Cara cepat diterima kerja tanpa ordal bukan sekadar mimpi. Dengan persiapan matang, personal branding kuat, dan strategi melamar yang tepat, peluang Anda diterima di perusahaan impian sangat besar. Jangan lupa untuk terus meningkatkan keterampilan dan menjaga profesionalisme.


FAQ

1. Apakah melamar lewat ordal selalu lebih cepat?
Tidak selalu. Tanpa ordal pun, Anda bisa lolos jika kompeten.

2. Apakah sertifikat penting?
Sertifikat relevan bisa jadi nilai plus, terutama di industri spesifik.

3. Apakah follow up mengganggu HR?
Tidak, jika dilakukan sopan dan pada waktu yang tepat.

Baca Juga

Leave a Comment